Senin, 19 Agustus 2013

Peningkatan lagi

Eciiieeeeee... ciiieee... di update lagi loohh Blog-nya.. ahaayyyy deeeeee.....tampilan udah gak katrok bgt yakk, tapi emang itu di header foto gw masih menganggu bgt dah... kudu di upgrade lagi..... malu ama almamater ini!!!!!!

btw jadi pengen punya alat pembantu kemudahan berblogging dan insha ALLAH buat beribadah juga dan berdakwah juga.. semoga doa-nya dikabulkan ama ALLAH...

kalo bikin kaya diatas jadi gak seperti blog yaa!!! jadi seperti status di FB or Tuiter malah... *katrok mode still on*

Kamis, 15 Agustus 2013

Blog bukan Blog

lagi googling tentang materi sidang kompre trus 

kecebur di blog anak kampus yg dikenal jadi keingetan 

kalo gw juga punya blog...

dan reseknya keingetan juga BB gw yg pas ramadhan kemarin ilang... *loh kok jd inget BB yg ilang??*

iya karna di BB yg ilang ada semua usernem en paswot account2 yg berhubungan dgn internet *dem-syit*


btw Blog niat awal untuk ber-blogging ria trus karena kesibukan dan ketidak pedean beralih menjadi blog buat tugas matkul softskill (itu juga tugasnya dikerjain dgn copas semua hehehe) dan beralih lagi menjadi 'zomblogie'

kalo ada waktu dan hidayah di isi lagi deh ini blog... *hope sooooooooooo*

Selasa, 13 November 2012

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISM


Chauvinisme Kedaerahan



Kita semua terlanjur munafik jika berurusan dengannya. Di daerah-daerah tertentu, chauvinisme tumbuh, membangun pagar pemisah walau hanya setinggi dada. Padahal Bhinneka Tunggal Ika adalah jargon yang tidak henti-hentinya diajarkan disetiap sekolah dasar. Konon katanya, setiap perbedaan bisa menjadi tonggak persatuan di negeri ini. Dan kita terus meng-iya-kannya. Namun kenyataannya di lapangan, Bhinneka tidaklah Tunggal Ika jika arogansi daerah dan suku yang sedang dikedepankan.
Solidaritas tertinggi ada di pihak orang-orang yang merasa satu daerah. Tandingan mereka adalah solidaritas para pendatang yang tinggal di daerahnya. Contoh, jika saya sedang ada di daerah A dan saya berasal dari daerah B, maka biasanya saya akan mencari teman dari daerah B terlebih dahulu sebelum mencari teman dari daerah A, kenapa? Karena akan lebih mudah menerima persamaan budaya dibandingkan perbedaannya saat kita merasa asing dengan daerah tertentu.  Belum lagi jika ada orang-orang dari daerah A yang terkadang memajang sifat berbeda jika berurusan dengan para pendatang. Kalau sudah begini, para pendatang yang merasa senasib akan mempunyai ikatan emosional  dan membangun grup baru agar mereka bisa nyaman di daerah A. Saat mereka sudah merasa bisa mengatasi kebutuhan sosialnya dan masuk dalam lingkungan pergaulan, akan timbul satu dua ejekan dari grup daerah A mengenai perbedaan budaya yang mengakibatkan mereka merasa tersisih.  Jika sudah begini grup pendatang akan mempunyai rasa benci dan perpecahan (walau sekecil apapun kadarnya) tidak bisa dihindari lagi.
Memang tidak semua daerah memiliki kadar chauvinisme yang tinggi, beberapa malah sangat toleran terhadap pendatang, ada yang terkenal ramah dan bersahabat. Biasanya mereka datang dari daerah tujuan wisata, contoh Bali. Berbeda dengan warga kota besar yang harusnya memiliki kadar chauvinisme yang rendah, banyak di antaranya malah sukar menerima perbedaan dan menerima orang baru dalam lingkungannya.
Contoh seperti ini umum terjadi di lingkungan perguruan tinggi, di mana banyak orang baru dari berbagai daerah dan suku berusaha berbaur dengan sang tuan rumah. Lihatlah lingkungan sekitar dan tengok ke dalam diri masing-masing, sudahkah kita menerima perbedaan teman kita tanpa ejekan? Tanpa rasa rejeksi sekecil apapun itu? Karena Bhinneka sudah terlanjur Tunggal Ika di negeri ini. Kita yang muda harus mempertahankannya, agar tidak terjadi pengerdilan makna pada saat generasi penerus kita datang.

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan


GANGGUAN KECANDUAN INTERNET

Apakah Anda tidak pernah melepaskan diri dari komputer, laptop atau handphone 3G Anda? Apakah Anda seorang maniak internet? Kapanpun dan dimanapun Anda berusaha untuk online demi berbagai macam kepentingan, Padahal Anda tahu bahwa diri Anda bukanlah programmer, hacker, cracker, pengembang web atau admin sebuah jaringan? Apakah Anda menjadikan jejaring sosial sebagai satu-satunya media Anda untuk berinteraksi sosial? Serta Anda melakukannya sepanjang hari Anda? Anda terlena dengan dunia maya dan melupakan kenyataan diluar sana, jika ini semua yang Anda alami maka ketahuilah kemungkinannya Anda sudah mengidap gangguan kecanduan internet.
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Ditemukan kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan untuk kasus didalam negeri sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk memainkan game online 
Beberapa bentuk gejala kecanduan ditunjukkan dengan kurangnya tidur, kelelahan, nilai yang buruk, performa kerja yang menurun, lesu dan kurangnya fokus. Penderita juga cenderung kurang terlibat dalam aktivitas dan hubungan sosial. penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk online dan juga tentang permasalahan-permasalahan yang mereka tunda karenanya. Dalam keadaan offline mereka menjadi pribadi yang lekas marah saat ada yang menanyakan berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk berinternet.
Dr Ronald Pies, profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University, New York, mengatakan “Kebanyakan dari orang-orang yang kecanduan internet adalah mereka yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tak bisa bersosialisasi sehingga mereka sulit untuk bertemu muka dengan orang lain secara langsung.” Dari hal tersebut maka diketahui bahwa kecenderungan kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalah cikal bakal dari lahirnya bentuk kecanduan ini, bahkan di Amerika Serikat sendiri telah berdiri panti rehabilitasi untuk menyembuhkan bentuk kecanduan khusus internet. kebiasaan yang tidak terkendali memang terkadang dapat menimbulkan petaka tersendiri bagi diri kita, dengan tidak bisa mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan waktu dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam kehidupannya.
Internet bukanlah sebuah bencana, sebaliknya, jelas internet telah membantu proses pencerdasan bangsa, mengubah dunia menjadi sebuah kampung kecil, dimana jarak dan waktu tidak lagi menghambat penyebaran informasi. Komunikasi antar manusia, walau jauh jaraknya, kini dengan adanya berbagai jejaring sosial telah memudahkan interaksi. Internet telah menjadikan dunia penuh dengan kemajuan, di desa dan di pelosok terdalam sekalipun dapat mengikuti setiap detik perkembangan dunia, pemerataan informasi dan pengetahuan semakin dirasakan nyata.
Kembali pada apa yang dilakukan seseorang dalam menggunakan teknologi ini, apakah bermanfaat atau tidak? apakah baik atau buruk? Perbandingannya, sebagai contoh, seperti ketika seseorang menghabiskan 24 jam nonstop, online demi mencari bahan untuk tugas akhir kuliahnya atau informasi bisnis atau mungkin juga melakukan promosi toko online yang dimilikinya, secara logika hal tersebut tidaklah ada salahnya, karena jelas pengunaannya bermanfaat sesuai dengan tujuan dan pekerjaannya. Namun, jika seseorang menghabiskan waktu untuk online untuk sekedar browsing selama 24 jam nonstop, sekedar saja, sekedar menonton video porno, sekedar main judi online, sekedar memainkan game online, sekedar kesenangan tak bermanfaat, kemudian meninggalkan tanggung jawabnya di dunia non-maya dan tidak memiliki tujuan yang penting dan berarti, maka ini diindikasikan sebagai gangguan atau sakit.
Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, kebiasaan berinternet yang sehat adalah dengan menyesuaikan jadwal dan juga kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing individu. Walau kini dunia maya selalu saja menghadirkan inovasi-inovasi terbaru, yang mana memungkinkan mereka yang tidak memiliki depresi berat, kecemasan atau gangguan sosial untuk ketagihan melakukan kegiatan dalam dunia maya, dengan demikian kebijaksanaan sebagai pengguna adalah dibutuhkan untuk mengimbanginya.
Banyak sekali manfaat yang telah diberikan internet kepada manusia, banyak pengetahuan dan juga informasi disini yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan demikian maka kebijaksanaan seseorang untuk menggunakan teknologi itu sendiri yang harus terus dikembangkan, sehingga tujuan awal dari penciptaan teknologi yaitu guna mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia dapat benar-benar terwujud dikemudian hari.
Sumber:
http://www.minddisorders.com/Flu-Inv/Internet-addiction-disorder.html
http://www.psychologytoday.com/articles/199803/trapped-in-the-web
http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/11040257/kecanduan.internet.ikut.rehabilitasi.saja
http://www.mediaindonesia.com/data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdf

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.
Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak.
Rumah Tangga ber-PHBS berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat.
Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan tanggung jawab setiap anggota rumah tangga, yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/ kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan, baik pada masyarakat maupun pada keluarga. Artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/ masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan
Tujuan PHBS
Tujuan Umum
Meninngkatkan Rumah Tangga Ber-PHBS di desa kabupaten/ kota di seluruh Indonesia
Tujuan Khusus
  • Meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS
  • Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat
 Indikator PHBS
Rumah Tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS di rumah tangga. Namun, jika dalam rumah tangga tidak ada ibu yang melahirkan, tidak ada bayi dan tidak ada balita, maka pengertian Rumah Tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi hanya 7 indikator.
Indikator PHBS di rumah tangga adalah :
  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan (dokter kandungan dan kebidanan, dokter umum dan bidan).
  2. Memberi bayi ASI eksklusif adalah bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan.
  3. Menimbang balita setiap bulan adalah balita (umur 12-60 bulan) ditimbang setiap bulan dan tercatat di KMS atau buku KIA.
  4. Menggunakan air bersih adalah rumah tangga yang menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari : air kemasan, air ledeng, air pompa, sumur terlindung, mata air terlindung dan penampungan air hujan serta memenuhi syarat air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Sumber air pompa, sumur dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari sumber pencemar seperti tempat penampuangan kotoran atau limbah.
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah penduduk 5 tahun keatas mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah mencebok anak, dan sebelum menyiapkan makanan menggunakan air bersih mengalir dan sabun.
  6. Menggunakan jamban sehat adalah anggota rumah tangga yang menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk daerah yang sulit air dapat menggunakan jamban cemplung, jamban plengsengan.
  7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu adalah rumah tangga melakukan pemberantasan jentik nyamuk di dalam atau di luar rumah tangga seminggu sekali dengan 3M plus/ abatisasi/ ikanisasi atau cara lain yang dianjurkan.
  8. Makan sayur dan buah setiap hari adalah anggota rumah tangga umur 10 tahun keatas yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya setiap hari.
  9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari adalah penduduk/ anggota keluarga umur 10 tahun keatas melakukan aktifitas fisil minimal 30 menit setiap hari.
  10. Tidak merokok di dalam rumah adalah penduduk/ anggota rumah tangga umur 10 tahun keatas tidak merokok di dalam rumah ketika berada bersama anggota keluarga lainnya
Sumber Pustaka 
http://muhammadsahal-isd.blogspot.com/2010/10/masyarakat-perkotaan-masyarakat.html

Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

KEMISKINAN

Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Agar kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Melihat kondisi negara Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi, penulis tertarik untuk mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya.
 
Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Adapun ciri-ciri kemiskinan pada umumnya adalah. Pertama pada umumya mereka tidak memiliki faktor produksi seperti tanah modal ataupun keterampilan sehingga kemmpuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas. Kedua mereka tidak memmiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri. Ketiga tingkat poendidikan rendah waktu mereka tersita untuk mencari nafkah dan mendapatkan pendapatan penghasilan. Keempat kebanyakan mereka tinggal di pedesaan. Kelima mereka yang hidup di kota masih berusia muda dan tidak didukung oleh keterampilan yang memadai.

JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYA 
Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut 
•    Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
•    Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.

PENYEBAB KEMISKINAN
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab kemiskinan yaitu:
•    Tingkat dan laju pertumbuhan output
•    Tingkat upah neto
•    Distribusi pendapatan
•    Kesempatan kerja
•    Tingkat inflasi
•    Pajak dan subsidi
•    Investasi
•    Alokasi serta kualitas SDA
•    Ketersediaan fasilitas umum
•    Penggunaan teknologi
•    Tingkat dan jenis pendidikan
•    Kondisi fisik dan alam
•    Politik
•    Bencana alam
•    Peperangan

DAMPAK DARI KEMISKINAN TERHADAP MASYARAKAT
Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Kesejahteraan masyarakat sangat jauh dan sangat rendah 
Ini berarti dengan adanya tingkat kemiskinan yang tinggi banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendapatan yang mencukupi kebutuhan hidup masyarakat.
2.    Tingkat kematian meningkat
    Ini dimaksudkan bahwa masyarakat Indonesia banyak yang mengalami kematian akibat kelaparan atau melakukan tindakan bunuh diri karena tidak kuat dalam menjalani kemiskinan yang di alami.
3.    Banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena tidak mampu untuk membeli kebutuhan akan makanan yang mereka makan sehari-hari
4.    Tidak bersekolah (tingkat pendidikan yang rendah) ini menyebabkan masyarakat Indonesia tidak mempunyai ilmu yang cukup untuk memperoleh pekerjaan dan tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk memperoleh pendapatan
5.    Tingkat kejahatan meningkat
    Masyarakat Indonesia jadi terdesak untuk memperoleh pendapatan dengan cara-cara kejahatan karena dengan cara yang baik mereka tidak mempunyai modal yaitu ilmu dan ketermpilan yang cukup.

KEBIJAKAN ANTI KEMISKINAN 
Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni:
1.    Pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
2.    Pemerintahan yang baik (good governance)
3.    Pembangunan sosial
Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :
a.    Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan
b.    Intervensi jangka menengah dan panjang seperti:
c.   Pembangunan sektor swasta
d.    Kerjasama regional
e.    APBN dan administrasi
f.    Desentralisasi
g.    Pendidikan dan Kesehatan
h.    Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan


Kesimpulan
Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. 
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya. Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :
1.Pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
2.Pemerintahan yang baik (good governance)
3.Pembangunan sosial

Senin, 12 November 2012

Warganegara dan Negara


NATURALISASI


Istilah naturalisasi kini sedang marak di berbagai media massa akibat prestasi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia yang cukup menyita perhatian publik. Beberapa anggota tim ternyata adalah pemain yang mendapat "gelar" naturalisasi, salah satunya adalah Christian Gonzales yang beristrikan warga Indonesia.
Naturalisasi secara umum dapat diartikan sebagai ‘akuisisi kewarganegaraan dan kebangsaan oleh seseorang yang bukan warga negara atau kebangsaan negara itu ketika ia dilahirkan'. Istilah  naturalisasi sesungguhnya sudah lama ada, dan biasanya sering disebut-sebut di dalam ranah keimigrasian. Namun, kini  naturalisasi  terjadi di banyak bidang, antara lain di dalam dunia olah raga.Naturalisasi didengungkan dengan dalih peningkatan prestasi sehingga para warga negara asing yang ikut berkompetisi di satu negara "diambil" oleh negara tersebut untuk memperkuat tim nasionalnya.
Apa itu naturalisasi? Kata naturalisasi merupakan kata yang  berdiri sendiri, bukanlah kata natural yang diberi tambahan -isasi. Kata naturalization diserap menjadi naturalisasi karena akhiran -isasi adalah akhiran asing  (Inggris) yang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia sehingga harus diserap sebagai bagian kata yang utuh. Unsur -isasi yang digunakan dalam bahasa Indonesia berasal dari -isatie (Belanda) atau-ization (Inggris).  Unsur -isasi sebenarnya tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Meskipun demikian, unsur -isasi ada di dalam pemakaian bahasa Indonesia karena diserap bersama-sama dengan bentuk dasarnya secara utuh. Naturalizationdiserap secara utuh menjadi naturalisasi.
Istilah  naturalisasi merupakan hasil penyerapan istilah asing (Inggris) ke dalam bahasa Indonesia. Naturalization yang kata dasarnya naturalize dalam Cambridge Dictionaries diartikan: ‘to make someone a legal citizen of a country that they were not born in'atau 'menjadikan seseorang yang bukan warga negara ketika ia dilahirkan sebagai warga negara yang sah'.
 Pertanyaan yang perlu dijawab sekarang adalah apakah arti kata naturalisasi itu? Jika kita merujuk  Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat (2008,954), istilah naturalisasi  bermakna  (1) ‘pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yang diperoleh setelah memenuhi syarat sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan'; (2)  Bio ‘gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan yg didatangkan dari tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat tumbuhan di tempat yg baru itu'. Sedangkan menaturalisasi bermakna' mengadakan atau melakukan naturalisasi; menjadikan warga negara'. Jadi, secara singkat, istilah naturalisasi dapat dimaknai sebagai ‘proses perubahan kewarganegaraan seseorang menjadi kewarganegaraan lain dengan syarat sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan'. 

Daftar Pustaka :
http://soaseo.blogspot.com/2012/01/warganegara-dan-negara.html